Putriku Pingin Ketemu Habibie

PUTRI mungilku Ceril Azzura Bening (6 tahun 5 bulan) yang kini duduk kelas satu di sekolah dasar sudah tiga kali diajak nonton film di bioskop. Film yang aku pilih yaitu Laskar Pelangi, Habibie & Ainun serta Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

Ketiga film itu sangat mengesankan bagi Ceril. Sehabis nonton hampir tiga hari berturut-turut pasti yang dibicarakan masing-masing film tersebut. Namun yang sampai sekarang masih terus dibicarakan adalah film Habibie & Ainun. “Emang Habibie itu ada, Pak?” tanya Ceril suatu waktu ketika saya tengah membaca buku Total Habibie.

“Ya, ada,” jawabku. “Ceril pingin ketemu?”

“Dimana?”

“Ya, di rumahnya. Nanti Papa janji kalau Lebaran kita ke rumahnya.”

“Terus, Ibu Ainun-nya masih ada kan, Pa.”

“Udah meninggal, seperti yang di film itu.”

“Ooohhhh….”

Buku Total Habibie karya Andi Makmur Makka dibolak-balik Ceril. Matanya tertumbuk pada foto Ibu Ainun yang tengah memadu-padankan pakaian yang tengah dikenakan Habibie. “Kok Habibie-nya tua, tidak seperti di film,” celetuk Ceril.[]

Komentar